RINA
Ucapan terima kasih tak sepenuhnya cukup untuk mereka yang telah berperan aktif pada hari pendaftaran calon mahasiswa baru. Mereka bukan hanya sekadar membantu, tetapi juga memandirikan kita, seolah-olah mengantar kita hingga ke pintu gerbang. Kamila juga menjadi sosok yang melengkapi dan menjalani proses ini. Jika ada anak-anak yang merasa terlalu banyak disuruh untuk mandiri, mereka sebenarnya belum sepenuhnya memahami makna dari kemandirian yang sesungguhnya. Saya pun pernah merasakan hal yang sama—hanya diantar sampai ke pintu gerbang, dalam arti sekadar didaftarkan, sementara Kamila sibuk mengurus beragam berkas.
Saat itu, beberapa dari kami masih tinggal di pegunungan, tetapi kami tidak pernah menyerah. Kami bahkan sering menginap di rumah orang lain hanya untuk mengurus berkas penting, tanpa didampingi seorang ayah. Syukurlah, pada hari tes UTBK, saya diantar hingga selesai.
Sebagai calon mahasiswa, kalian seharusnya merasa bangga jika mampu mandiri, karena di kemudian hari, kalian akan menemukan jalan yang lebih terjal. Dunia perkuliahan bukanlah dunia permainan; tantangan demi tantangan akan muncul. Tapi, jadikanlah kesulitan itu sebagai motivasi untuk berpikir dan belajar demi perbaikan diri. Berbanggalah jika hari ini kalian berusaha memandirikan anak-anakmu, terutama yang ingin mandiri, karena kebiasaan mandiri akan membuka banyak peluang di masa depan. Kadang-kadang, bersikaplah tegas. Dan jika anak-anak tidak memiliki mimpi, berikan mereka impian dengan cara yang lembut, agar mereka belajar untuk menghormati orang tua dan orang lain.
Selamat kepada para calon mahasiswa baru! Semoga impian kalian, serta harapan orang tua dan semua orang, dapat terwujud.
Rina Anas (riinarinarin593@gmail.com)
https://cembang571.blogspot.com/2025/08/rina_2.html
.png)
Komentar
Posting Komentar